Mari kuperkenalkan pada Jack. Yup, betul, dia adalah cicak yang gambarnya ada di atas. Aku bertemu dia kira-kira seminggu setelah menempati kamar kos baru di Yogyakarta. Karena pada saat itu, tak ada mahluk apapun yang menemani di kamar, maka kamipun langsung cepat akrab. Jangan pikir Jack seperti cicak kebanyakan, yang seperti kata lagu hanya bisa merayap di dinding. Jack sangat gemar berjalan di lantai. Seperti saat ini, tepat saat saya menulis blog ini, dia sedang berjalan-jalan di antara kotak susu dan bungkusan mangga yang saya letakkan di lantai. Setelah saya pelototi, diapun menyingkir dan memanjat kotak sampah di dekat keset kamar mandi.
Oya, Jack tidak sendiri. Suatu pagi, ia ngacir dari kamar. Seharian tidak kelihatan, malamnya saat aku mau tidur, ia pulang berdua. Sepertinya ia mengajak pacarnya tinggal serumah, Dan akupun menamai pacarnya Cindy. Cindy tidak secakep Jack. Ia punya sedikit cacat di ekornya yang kehitaman. Cindy sudah tinggal di kamarku kira-kira seminggu.
Baru tadi malam, aku juga bertemu dengan seekor spesies mereka. Entah itu anak Cindy dan Jack, aku tak tahu. Ia masih kecil, bahkan sangking kecilnya, ia bisa menyelinap di lobang di dinding. Aku juga memberinya nama, Jimmy. Dengan demikian, sudah ada tiga teman yang setia bersamaku, setidaknya sampai akhir pekan ini, saat semua anak kos mudik, suasana sunyi-senyap, dan warung makanpun tak buka.
